Posting pertama ini sedikit bercerita tentang Smashing Pumpkins yang cukup asing di Indonesia, tetapi saya lumayan deh mengenal mereka, buat yang baru mengenal silakan berkenalan dengan Smashing Pumpkins yang misterius, bagi yang sudah kenal, mari sharing pengalaman bersama Smashing Pumpkins.Well, walaupun T-Shirt hitam legendaris bergambar bintang warna putih dengan tulisan ZERO sudah nggak keren buat dipakai lagi, (malah di Bali nggak ada yang ngeh kalau T-Shirt yang sering dipakai oleh banyak rock lovers ini adalah lambang alter egonya si jenius Billy Corgan dari Smashing Pumpkins, yang sudah dilupakan orang), tetapi dua minggu ini betapa asiknya mendengarkan kembali lagu-lagu mereka. Dan ini sedikit bocoran flashback, kalau dulu saya pernah punya nick name “Billie”, dan teman-teman terdekat pernah menggunakan nama ini, the reason is karena pencarian identitas yang dilatar belakangi dengan pengaruh beberapa nama Billie dalam masa remaja saya; mulai dari Billy Corgan (Smashing Pumpkins), si nerd Billie Joe Armstrong (Green Day), sampai ke si wild Billie the Kid!

Terutama memang kegandrungan saya akan Billy Corgan di Smashing Pumpkins. Band inisiator alternatif rock pasca meredupnya euforia aliran grunge yang dibawa Nirvana, Soundgarden, Pearl Jam dan sejenisnya. Lewat psychedelyc gothic chicago rock nya, betapa dahsyat tembang “Today”, “Disarm”, “Cherub Rock” dari album legendaris SIAMESE DREAMS (1995) yang terjual lebih dari 2 juta kopi, hingga catchynya lagu “Tonight,Tonight”, “1979″, gaharnya “Bullet With Butterfly Wings” yang sempat bikin 5 juta orang di seluruh dunia terengah-engah untuk membeli double album mereka yang fenomenal; MELON COLLIE& THE INFINITE SADNESS (1996)itu.

Sayang memang kalau popularitas mereka tidak meluber ke Indonesia, tidak seperti layaknya di Chicago, tempat lahir mereka, dan seluruh Amerika, Eropa hingga paramuda kamikaze Jepang. Siapapun belum ngeh, ternyata gaya2 harajuku pregothic bernuansa hitam dan silver adalah karena pengaruh leadernya Smashing Pumpkins ini. Kisah sukses T-shirt ZERO itu juga sangat unik. Walau album tidak booming mendunia, tetapi t-shirt ini tercatat sebagai salah satu t-shirt paling laku sedunia hampir menyaingi t-shirt Bob Marley dan siluet Che Guevarra. Bayangkan album total laku hampir 10 juta, tetapi t-shirt nya sampai tiga kali lipat. Setelah itu memang terjadi perubahan pada tampilan Billy Corgan. Billy Corgan tampil plontos, gothic futuristik layaknya Lex Luthor-si rival abadi Superman, seketika itu juga album lanjutannya langsung dipakai buat memperkuat film-filmnya Batman..Ingat dong lagu “The Beginning is The End is The Beginning” Yahh..semuanya ada di album ROTTEN APPLE (2001). Ini album perpisahan Billy Corgan dengan James Iha, D`Arcy, Richard Chamberlain dalam konser penuh air mata di Tokyo. Semuanya! Semua hits mereka ada di Rotten Apple. Cuma singel LANSLIDE yang terlupakan dimasukkan entah kenapa. Album ini malah lebih asik dari proyek Billy Corgan berikutnya ZWAN dengan singel HONESTY.Termasuk juga kebangkitan mereka tahun ini di album ZEITGEIST juga belum ada apa-apanya lagi. Sayang. Tapi, SMASHING PUMPKINS memang legenda misterius.Respect good music.

Find them on: www.smashingpumpkins.com

Post a Comment

*
*